Minggu, 28 Desember 2008

Keistimewaan Air Zam Zam


Sumur zam-zam terletak sekitar 11 meter dari Ka'bah. Diperkirakan air sumur ini setiap hari dipompa sekitar 11 sampai 18,5 liter per detik. Dari mata air ini terdapat celah ke arah Hajar Aswad dengan panjang 70 cm dan tinggi 30 cm, di samping celah lainnya yang menghasilkan air.

Menurut catatan, dahulu ada bangunan 8,3 m x 10,7 m. Antara 1381 - 1388 H, bangunan tersebut dibongkar guna memperluas tempat thawaf. Sedangkan tempat minum air zam-zam dipindahkan ke ruang bawah tanah, di bawah tempat thawaf, dengan 23 anak tangga yang dilengkapi pendingin ruangan.

Para ulama meyakini bahwa kehadiran sumur zam-zam tak bisa dipisahkan dari rangkaian sejarah Nabi Ibrahim, peletak dasar bidang ketauhidan bagi umat manusia di bumi. Itu bermula ketika Ibrahim meninggalkan isterinya, Hajar, dan anaknya, Ismail, di sisi Ka'bah.

Setelah beberapa lama ditinggalkan berdua saja, Hajar mulai kehabisan makanan dan minuman. Dalam suasana panik, Hajar lalu naik ke bukit Shafa dengan harapan ada seseorang yang dapat memberi pertolongan.

Namun, tak seorang pun nampak dilihatnya. Hajar lantas lari ke bukit Marwah dengan harapan serupa. Tapi, tak juga terlihar orang.

Ia kemudian berlari-lari antara Shafa dan Marwah. Barulah pada putaran ketujuh ia mendengar bunyi, yang ternyata berasal dari kepakan sayap malaikat. Muncullah mata air. Lalu, dari situlah Hajar minum dan kembali dapat menyusui Ismail.

Ketika datang kabilah dari Yaman, disebut kaum Jurhum, kesucian Ka'bah tercemar, mata air zam-zam mengering. Beberapa abad lamanya air sumur zam-zam menghilang.

Baru pada masa Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammmad SAW, sumur digali kembali. Penggalian itu didasarkan pada mimpi. Kesungguhan dan kesabaran Abdul Mutholilah dan para pembantunya, akhirnya sumur air zam-zam berair kembali. Seterusnya pemerintahan di Arab Saudi menaruh perhatian besar terhadap sumur tersebut.

Dahulu air zam-zam diambil menggunakan gayung. Sekitar tahun 1373 H/1953, digunakan pompa yang kemudian dialirkan ke kran-kran yang ada di sekitar Masjidil Haram.

Karena keutamaannya, air zam-zam tetap diburu. Air zam-zam diyakni oleh umat Islam berasal dari Surga, cermin dari doa Nabi Ibrahim dikabulkan Allah. Karena air itu pula air zam-zam menjadi penentu hidup dan berkembangnya kota Makkah, bukti nyata pemberian Allah dan membawa manfaat besar bagi Masjidil Haram.

Umat Islam percaya, zam-zam adalah sebaik-baiknya air di permukaan bumi, air yang digunakan Malaikat Jibril untuk mensucikan hati Rasulullah. Dan Nabi Muhammmad SAW pun memberkati dengan air ludah beliau yang kemudian berfungsi sebagai makanan, sekaligus obat segala macam penyakit.

Masih banyak lainnya dari keutamaan minum air zam-zam. Apa lagi diminum dengan adab yang benar.

Karena begitu besarnya keinginan peziarah haji untuk mendapatkan air itu, banyak dari mereka bersedia membelinya dari para pengumpul. Akhirnya, hal itu menjadi peluang bagi sejumlah orang untuk mencari keuntungan. diolah dari republika, media indonesia, sindo, suara merdeka.

Hajjah Nur Asyiah Wilasih Saat di Terowongan Mina


Haji Muhammad Sudwiharto Sholat di Masjid Nabawi

Haji Muhammad Sudwiharto Sholat di Masjid Nabawi. Beliau juga belajar mengenai sejaraberdirinya Masjid Nabawi yaitu ketika Rasulullah SAW. Masuk Madinah, kaum Ansar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. Namun Rasulullah SAW menjawab dengan bijaksana : "Biarkanlah unta ini jalan,karena ia diperintahkan Allah. Setelah sampai di tanah milik kedua anak yatim bernama Sahal dan Suhail keduanya anak Amr bin Amarah dibawah asuhan Mu'adz bin Atrah,unta tersebut berhenti,kemudian beliau dipersilahkan oleh Abu Ayub Al Ansari,tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan di rumah Au Ayub Al Ansari,Nabi mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As'ad bin Zurrah, sebagian milik kedua anak yatim (Sahal dan Suhai), dan sebagian lagi tanah kuburan Musyrikin yang telah rusak.Tanah kepunyaan kedua anak yatim tadi dibeli dengan harga sepuluh dinar yang dibayar oleh Abu Bakar Ra sedang tanah kuburan serta milik As'ad Bin Zurrah diserahkan sebagai wakaf. Waktu membangun masjid Nabi meletakkan batu pertama,selanjutnya kedua,ketiga,keempat dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar,Umar,Usman dan Ali. Kemudian dikerjakan dengan gotong royong sampai selesai. Pagarnya dari batu tanah (setinggi kurang lebih 2 meter) tiang-tiangnya dari batang kurma,atap dari pelepah pohon kurma,halaman ditutup denga batubatu kecil,kiblat menghadap ke Baitul Maqdis,karena waktu itu perintah Allah SWT.

Uuntuk menghadap Ka'bah belum turun. Pintunya tiga buah,yaitu pintu kanan,pintu kiri dan pintu belakang.Panjang masjid 70 hasta,lebar 60 hasta. Dengan demikian masjid itu sederhana sekali tanpa hiasan,tanpa tikar dan untuk penerangan waktu malam hari digunakan pelepah kurma kering yang dibakar. Masjid tersebut dibuat tahun ke-1 Hijriah. Di sisi masjid dibangun tempat kediaman Nabi dan Keluarganya yang kemudian mejadi tempat pemakamannya.Jumlah pintu yang dibuat sampai dengan masa Raja Abd. Aziz ialah Bab Su'ud,Abdul Aziz,Abdul Majid,Abu Bakar Assiddiq,Umar bin Khattab,Usman bin 'Affan,Babus Salam,Babur Rahman,Babun Nisa,Bab Jibril. Setiap pintu tingginya 6 m dan lebar 3,2 m dibuat dari kayu dihiasi ukiran dari tembaga kuning model Arab. Jumlah tiang sebanyak 232 buah,masing-masing tingginya 5 m. Didirikan 2 buah menara terletak di muka masjid tingginya masing-masing 70 m. Setelah perluasan di masa Raja Fahd jumlah pintu,tiang dan menara bertambah banyak dan seluruh ruangan ber-AC (full AC). Data perkembangan masjid Nabawi mulai dari zaman rasulullah SAW. sebagai berikut: Luas masjid waktu dibangun oleh Rasulullah 2.475 M2,tambahan Khalifah Usmar bin Khattaab 1.100 M2,tambahan Khalifah Usman bin Affan 496 M2, tambahan Khalifah Walid bin Abdul Malik 2.369 M2,tambahan Khalifah Abbas Al Mahdi 2.450 M2,tambahan Malik Al Qait Bey 120 M2,tambahan Khalifah Sultan Abdul Majid Al Usmani 1.293 M2,tambahan Mali Faisal 600 M2. Pada saat Malik Fahd sedang melaksanakan perluasan Masjid Nabawi tersebut seluas 82.000 M2.

Sabtu, 27 Desember 2008

Hajjah Nur Asyiah Wilasih Ziarah Jabal Nur dan Jabal Rohmah

Hajjah Nur Asyiah Wilasih Ziarah Jabal Nur dan Jabal Rohmah
Hajjah Nur Asyiah Wilasih Ziarah Jabal Nur dan Jabal Rohmah

Hajjah Nur Asyiah Wilasih Ziarah ke Tempat-Tempat Suci di Saudi Arabia

Hajjah Nur Asyiah Wilasih Ziarah ke Tempat-Tempat Suci di Saudi Arabia
Hajjah Nur Asyiah Wilasih Ziarah ke Tempat-Tempat Suci di Saudi Arabia
Hajjah Nur Asyiah Wilasih Ziarah ke Tempat-Tempat Suci di Saudi Arabia

Hajjah Nur Asyiah Wilasih Sholat di Masjidil Haram Mekkah

Hajjah Nur Asyiah Wilasih Sholat di Masjidil Haram
Hajjah Nur Asyiah Wilasih Sholat di Masjidil Haram dan berpose dengan latar belakang menara masjid.

Kamis, 25 Desember 2008

Haji Muhammad Sudwiharto Bersyukur Atas Karunia Allah SWT

Haji Muhammad Sudwiharto berpose di pegunungan di Mekkah
Haji Muhammad Sudwiharto berpose dengan latar belakang kota Mekkah
Haji Muhammad Sudwiharto berpose di depan mobil mewah ketika di Saudi Arabia. Insya Allah, suatu saat nanti, kita pasti mampu membeli mobil seperti itu. Amin.
Haji Muhammad Sudwiharto ketika di terowongan Mina